Miwa...
Anak-anak memanggilnya miwa, panggilan kerabat di Aceh untuk menyebut kakak perempuan dari pihak ayah ataupun ibu.
Miwa membersamai kami dalam mengurus anak-anak sudah hampir 4 tahun, waktu yang terbilang awet untuk parameter seorang asisten rumah tangga yang memilih untuk bertahan di satu atap membersamai sebuah keluarga dengan segala polah tingkah penghuninya.
Seorang yang menjanda di dua dekade lebih hidupnya, ditinggal hidup oleh suaminya, saat anaknya masih bayi. Yang konon rasanya lebih sakit daripada ditinggal mati.
Hidupnya tentu tak mudah.
Selama ini kami menghargainya dengan menganggapnya seperti bagian dari keluarga sendiri, tentu dengan jumlah rupiah yang bergulir ke kantongnya setiap bulan.
Kewajaran akumulasi nilai rupiah tersebut kami hitung dari pekerjaan sehari-harinya, seperti memasak, menyiapkan makanan dan beliau sering terlihat menyuapi anak-anak. beres-beres rumah, mengurus anak-anak, mencuci pakaian kami sekeluarga, untuk kemudian menyetrikanya.
Kami manusia, menghitung pun dengan kalkulator dunia.
Hari ini, kami disadarkan bahwa hitungan kami banyak kelirunya, terdapat selisih yang tidak sedikit dengan hitungan langit.
Kami lupa menghitung pekerjaan yang membuat rumah kami dinaungi ketenangan, diturunkan rahmat, dan dikunjungi malaikat karena lirih tartil tilawahnya setelah beberapa sujud panjang di hampir setiap pertigaan malamnya. Malaikat pun kembali hadir di senin dan kamis untuk menjemput amalan puasa sunnah yang rutin beliau lakoni.
Belum lagi untuk raka'at dhuhanya di setiap pagi.
Untuk aurat yang terjaga, kerudung tak lepas dari kepalanya.
Hari ini, Allah langsung yang menggenapkan selisih gaji yang diterimanya selama ini, lewat selembar tiket umroh!
Mengundangnya untuk menikmati jamuan dari Yang Maha Kaya.
Dia lah Allah, yang amat tepat hitungannya.
Ini akan menjadi umroh pertamanya, sekaligus pengalaman pertamanya juga naik pesawat, bahkan Allah yang memilih tujuan pesawat pertamanya adalah Jeddah!
Barakallahu Fiik...
Terima kasih khusus kami kepada para penyelenggara, koordinator, dan para tour leader UBP, Jazakumullah khairan katsiran.
Kami tidak berani membayangkan balasan langit yang akan kalian peroleh karena telah memudahkan ratusan jamaah untuk melaksanakan umroh dengan paket hemat! Kalian luarrr biasa.. smile emoticon
Banda Aceh, 2 Maret 2016
Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10205856292714745&set=a.1190392128219.2027482.1480852597&type=3


0 comments :
Post a Comment